Apakah Pohon Tertidur Di Malam Hari

Pohon – Fenomena alam ada yang namanya siang dan ada yang namanya malam, di siang hari kita beraktivitas, bekerja, belajar, bermain dan lain sebagainya. Sedangkan di malam hari adalah waktu nya bagi kita untuk beristirhat. Fenomena ini bedasarkan pergerakan bumi yang berputar pada poros nya saat mengelilingi matahari.

Hampir semua makhluk hidup membutuhkan tidur pada saat malam hari, termasuk kita sebagai manusia. Lalu apakah pohon yang sama-sama makhluk hidup membutuhkan tidur di malam hari? Menurut para ilmuwan, cara tidur pohon adalah dengan menyantaikan cabang pohonnya saat malam hari. Hal itu dibuktikan dengan penelitian yang dilakukan para ilmuwan terhadap tanaman birch (Betula pendula).

Para peneliti pertama-tama menyiapkan dulu laser untuk mengukur pergerakan dua tanaman birch di malam hari. Satu tanaman itu terletak di Finlandia, dan yang satu lagi terletak di Australia. Keduanya di pantau dari senja sampai pagi ketika malam berangin pada bulan September. Scanner laser yang digunakan menggunakan sinar inframerah untuk menerangi bagian berbeda dari tanaman yang sedang dipantau yang berfungsi menunjukan detail pergerakan bagian pohon setiap menitnya.

Pohon cover

Cabang dan daun pohon birch melorot pada saat malam hari. Cabang pohonnya mencapai posisi terendah beberapa jam sebelum matahari terbit dan kemudian cabang tersebut kembali lagi ke posisi semula. “Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa seluruh tanaman terulai selama malam, yang dapat dilihat sebagai perubahan dari cabang dan daun,” tulis pimpinan peneliti, Eetu Puttonen, seorang peneliti di Finalndia Geospasial Research Institute, seperti dilansir Live Science. “Perubahan tidak terlalu besar hanya sampai 10 cm untuk tanaman dengan ketinggian mencapai 5 meter,” tambahnya.

Tidak jelas apakah matahari yang membangunkan para tanaman atau mereka memiliki jam internal sendiri untuk bangun. Tapi menurut fakta bahwa cabang tanaman mulai kembali ke posisi semula sebelum matahari terbit, membuktikan kalau pohon memiliki jam alamiah sendiri, demikian tulis para peneliti dalam studi yang dipublikasikan secara online pada 29 Februari 2016, di Jurnal Frontiers in Plant Science.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s