Mendidik Anak yang Baik dan Benar dari Usia Dini

Mendidik anak yang baik dan benar dari usia dini, anak adalah keberkahan dan anugerah besar yang Allah titipkan pada kita selaku orang tua, di ibaratkan sebuah kertas polos putih bersih tanpa noda akan diisi tinta warna apa kertas itu ? apakah kita akan mengisi nya dengan tinta hitam, tinta merah, tinta hijau atau tinta emas terserah kita yang menggunakan nya akan diisi apa kertas itu, begitu juga dengan anak bagaimana cara kita mendidik anak kita. Apakah kita akan mendidik anak dengan baik dan benar sejak usia dini atau kita hanya akan membiarkannya begitu saja.

Dalam kehidupan berkeluarga, tentu setiap orang tua mengharapkan anak anak nya tumbuh menjadi anak yang baik dapat membanggakan dan memiliki karakter karakter atau sifat sifat yang baik dalam segala hal. Maka dari itu betapa pentingnya kita para orang tua untuk mendidik anak yang baik dan benar dari usia dini. Menididik anak yang baik dan benar dari usia dini sangat penting untuk masa depan anak dalam pembentukan pribadi mereka.

Mendidik anak yang baik dan benar dari usia dini untuk menjadi anak yang baik dan sholeh bukanlah perkara mudah di perlukan kasih sayang keterampilan dan kesabaran yang tinggi dalam mendidiknya agar menjadi pribadi yang baik dan bermanfaat bagi dirinya terutama bagi agama nusa dan bangsa.

Bagaimana cara mendidik anak yang baik dan benar dari usia dini ? berikut beberapa tips mendidik anak yang baik dan benar dari usia dini.

  1. Dimulai Dari Orang Tua.

Maksudnya adalah bila kita menginginkan anak kita menjadi anak yang sholeh sholehah, maka sebagai orang tua harus bisa menjadi pribadi yang sholeh terlebih dahulu. Jangan sampai kita menginginkan anak kta baik sebelum diri kita sebagai orang tua “belajar menjadi lebih baik” terlebih dahulu. Orang tua juga selayaknya melengkapi diri dengan berbagai ilmu, agar dapat digunakan dalam pengasuhan anak. Ketika anak dibekali oleh bangunan keagamaan yang baik, hal ini akan menciptakan langkah antisipasif

terhadap bencana kebobrokan akhlak anak dimasa depan. Jadi sekedar memerintahkan anak untuk berbuat, tidaklah cukup membentuk karakter dan pribadi yang sholeh pada diri mereka. Orang tua juga harus sanggup untuk memberikan tauladan keteladan yang baik dahulu dalam hal berbuat baik dan beramal sholeh.

  1. Menjaga Lingkungan Pergaulan Anak.

Lingkungan sangat berpengaruh terhadap pola pikir, pola kepribadian dan pola tumbuh kembang sang anak sendiri. Untuk itulah orang tua harus cermat dalam memperhatikan pergaulan anak dan dengan siapa anak kita bermain dan berteman. Rasulullah SAW mengingatkan dalam sebuah hadist yang berbunyi :”Sesungguhnya perumpamaan teman yang shalih dengan teman yang buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. Seorang penjual minyak wangi bisa memberimu atau kamu membeli darinya, atau kamu bisa mendapatkan wanginya. Dan seorang pandai besi bisa membuat pakaianmu terbakar, atau kamu mendapat baunya yang tidak sedap.” (HR. Bukhari Muslim).

  1. Memberikan Banyak Ilmu Mengenai Agama.

Ilmu agama yang baik yang diketahui dan dilaksanakan sang anak akan bisa menjadi benteng sang anak dalam kehidupan remaja dan dewasanya nanti agar tidak terjerumus dalam hal-hal yang negatif maupun buruk baik bagi dirinya sendiri atau pun keluarga serta orang-orang yang ada di sekitarnya.

  1. Sabar, Berdoa, Tulus Ikhlas Dalam Memberikan Pendidikan Dan Keteladanan.

Orang tua harus mempunyai 3 hal tersebut di atas agar bisa menjadikan anak-anaknya menjadi baik dan bermanfaat untuk banyak orang kelak dikemudian hari. Keikhlasan hati orang tua akan membuat apa yang mereka sampaikan mudah diserap dan dipahami anak. Dan yang tidak kalah penting, adalah dengan terus mendoakan mereka, supaya selalu berada dijalan Allah, dan kelak menjadi generasi islami yang membanggakan.

  1. Beri Tauladan Yang Baik, Jadilah Contoh

Sebagai orang tua maka sikap dan prilaku kita adalah contoh utama yang akan di ikuti oleh buah hati kita. Jika ingin anak-anak kita bersikap sopan, bertuturkata yang baik, maka kita harus senantiasa bersikap seperti itu sebagai contoh. Jika ingin anak kita religius, maka kita harus memberi contoh seperti apa orang yang religius itu. Maka dari itu sikap orang tua adalah contoh dan teladan utama bagi anak-anaknya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s