Pembuatan Pupuk Hayati dari Limbah Sayuran

pupuk hayati dari limbah sayuranSampah (refuse) adalah sebagian dari sesuatu yang tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang harus dibuang, yang umumnya berasal dari kegiatan yang dilakukan oleh manusia (termasuk kegiatan industri), tetapi bukan biologis (karena human waste tidak termasuk di dalamnya) dan umumnya bersifat padat. Sumber sampah bisa bermacam-macam, di antaranya adalah :dari rumah tangga, pasar, warung, kantor, bangunan umum,industri, dan jalan.

Akan tetapi ada yang menjadi manfaat dari limbah pasar ataupun industri tersebut, salah satunya adalah limbah sayuran. Bagaimana pembuatan pupuk hayati dari limbah sayuran?. Sayur-sayuran seperti yang kita ketahui mempunyai kandungan yang baik untuk kesehatan bahkan untuk tanaman sendiri. Tetapi harus diolah terlebih dahulu menjadi MOL (micro organisme local).

Kurangnya perhatian masyarakat maupun pemerintah saat ini terhadap sampah limbah pasar sebenarnya sangat disayangkan, karena Indonesia yang dikenal dengan Negara agraris pastilah memerlukan pupuk hasil pemanfaatan sampah organik untuk menopang pertanian. Di sisi lain masyarakat Indonesia saat ini masih terpaku untuk menggunakan pupuk kimia sebagai supplement untuk menyediakan unsure hara pada tumbuhan. Pada hakikatnya sampah organic dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik yang bernilai ekonomis.

Berikut adalah cara-cara mengolah limbah sayuran menjadi pupuk hayati sehingga menjadi bermanfaat dan mempunyai nilai ekonomis J

Pupuk hayati dari sayuran segar :

Bahan :

  • Limbah sayuran 100 kg
  • Garam 5% dari berat sayuran
  • Gula merah 2% dari cairan
  • Air cucian beras 10 liter

Cara membuat :

  1. Cacah limbah sayuran hingga lembut
  2. Buat lapisan 20 cm dan taburi dengan garam secara merata untuk setiap lapisan
  3. Setelahnya masukkan air cucian beras
  4. Tutup dengan plastik. Di atas plastik beri air hingga tutup plastik cekung
  5. Simpan sampai 3-4 minggu
  6. Sebelum digunakan, tambahkan gula merah

Cara penggunaan :

  • Untuk pembuatan kompos lakukan sebagaimana cara pembuatan
  • Untuk tanaman, campurkan 400cc dengan 14 liter air sumur
  • Pada tanaman padi, semprotkan pada umur 10, 20, 30, 40 hari setelah tanam

Manfaat :

  • Memperbaiki struktur fisik, biologi dan kimia

Semoga bermanfaat

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s