Pembuatan Pupuk Hayati Dari Urine Manusia

pupuk hayati dari urine manusia 1Rata-rata kebanyakan dari kita mengira bahwa air kencing tidaklah berguna dan harus dibuang. Air kencing atau urine ternyata sangat banyak juga manfaatnya.  Air kencing kambing memiliki manfaat yang sangat besar untuk mengatasi masalah ketergantungan petani terhadap penggunaan pupuk kimia (anorganik).

Selama ini lahan pertanian di Indonesia telah di hajar dengan berbagai jenis kimia baik itu dari pupuk , pestisida , herbisida dan fungisida. Untuk menanggulangi penurunan kualitas atau kesuburan tanah pertanian , selain air kencing sapi dan urine kambing ternyata urine manusia juga memiliki manfaat yang sama untuk mengembalikan kesuburan tanah pertanian seperti sediakala secara organik.

Manusia mengkomsumsi nutrisi yang lebih lengkap dan seimbang sehingga urine manusia memiliki kandungan yang lebih kompleks sebagai penyedia unsur hara bagi tanaman dibandingkan dengan urine hewan yang  relatif lebih rendah  dibanding hewan.

Jika kita melihat pada gambar diatas yang menjelaskan tentang kandungan air kencing manusia maka hal ini cukup lengkap sebagai penyedia unsurhara makro dan mikro bagi tanaman walaupun jumlahnya relative kecil. Namun urin manusia memiliki kandungan yang paling komplek dibanding urine binatang seperti sapi kambing dan lainnya, itu semua mungkin dikarenakan manusia mengkonsumsi nutrisi yang lengkap dan seimbang.  Berikut ini saya sajikan tabel kandungan unsur hara makro pada kotoran cair dan padat pada beberapa binatang ternak.

Berikut tata cara pembuatan pupuk hayati dari urine manusia :

Pupuk hayati dari urine (air kencing)

Bahan :

  1. Urin 60 liter
  2. Tetes/gula/ air tebu 7 kg atau buah-buahan manis (melon, semangka, sawo, buah maja)

Cara membuat :

  1. Tetes/air gula/ sir tebuatau air buah ke dalam urine dan campurkan hingga rata
  2. Simpan dalam tong plastik.
  3. Simpan selama 14 hari

Cara menggunakan :

  1. Untuk kompos (sebagai decomposer) : dosis 1:5 (air+tetes 100cc)
  2. Disiramkan pada bahan kompos
  3. Untuk tanaman ; dosis 400cc dicampur dengan 15 liter air sumur
  4. Pada tanaman padi di semprotkan pada umur 10, 20, 30 ,40 hari setelah hari tanam. Semprotkan pada pagi dan sore

Semoga bermanfaat

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s