4 Cara Pembuatan Pupuk dari Kotoran Kelinci

Cara Pembuatan Pupuk dari Kotoran Kelinci – Kebanyakan orang berpandangan bahwa kotoran adalah suatu yang menjijikkan dan tidak ada manfaat nya. Padahal kotoran itu sendiri mempunyai manfaat apabila kita mampu mengolahnya dengan baik. Salah satu pemanfaatan kotoran dengan baik adalah dengan menjadikan kotoran tersebut sebagai pupuk. Sebenarnya semua kotoran bisa dijadikan pupuk. Akan tetapi, untuk kali ini kita akan membahas tentang bagaimana cara pembuatan pupuk dari kotoran kelinci.

cara pembuatan pupuk dari kotoran kelinci 1
ini adalah bentuk dari kotoran kelinci yang dikumpulkan

Untuk pembuatan pupuk dari kotoran kelinci juga membutuhkan tahapan proses yang harus dilewati agar pupuk yang dihasilkan menjadi pupuk yang bermanfaat 100% dan berkualitas.

Oke, kita akan memulai tahap atau proses pembuatan pupuk dari kotoran kelinci :

bahan :

  1. baskom atau ember yang cukup besar
  2. serbuk gergaji

cara pembuatannya :

  1. letakkan baskom atau wadah tadi dibawah kandang kelinci. Nantinya kotoran dan air kencing kelinci akan langsung bercampur dengan serbuk gergaji.
  2. Biasanya setelah 3-4 hari akan ada jamur yang tumbuh di serbuk gergaji, serbuk gergaji sudah jenuh dengan kotoran kelinci. Jamur yang tumbuh itu untuk makanan bakteri. Selanjutnya, serbuk gergaji yang berisi kotoran kelinci tersebut dipindahkan ke ember kemudian masukkan air panas ke dalamnya sampai seluruh serbuk gergaji terendam. Biarkan campuran tersebut selama dua hari.
  3. Setelah dua hari cairan campuran bahan disaring. Cairan hasil saringan kemudian difermentasi. Agar semua bagian mendapatkan udara (teraerasi) atau dipermukaan timbul bintik-bintik putih (jamur), cairan itu harus diaduk-aduk. Munculnya bintik-bintik putih menjadi pertanda bahwa senyawa organik dalam cairan tersebut belum terurai dengan sempurna. Ulang pengadukan sampai bintik putihnya hilang, biasanya mah perlu waktu kurang lebih 21 hari.
  4. Setelah bintik putih tidak muncul lagi berarti kondisi cairan tersebut telah stabil dan dapat dijadikan sebagai pupuk organik cair yang bisa bertahan lama karena mengandung bakteri yang mempunyai sistem pertahanan diri. Pengaplikasiannya mah bisa disemprotkan pada daun untuk mempercepat proses asimilasi atau disemprotkan pada tanah. Dosis penggunaannya cukup empat mililiter pupuk dicampur dengan satu liter air.

 

cara penggunaannya :

disemprotkan pada daun untuk mempercepat proses asimilasi atau disemprotkan pada tanah. Dosis penggunaannya cukup empat mililiter pupuk dicampur dengan satu liter air.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s