Pilih Sekolah Umum, Agama Atau Pesantren?

Bingung memilih sekolah umum agama dan atau pesantren, itu sudah menjadi topik utama para orang tua.

Bagi orang tua memilih sekolah untuk anak adalah hal yang paling utama. Karena sekolah bagi anak merupakan faktor penunjang bagi anak itu sendiri di masa mendatang. Tapi banyaknya macam sekolah membuat para orang tua kebingungan, harus menyekolahkan anaknya dimana. Maka daripada itu, disini saya akan memberikan beberapa penjelasan untuk memudahkan memilih sekolah umum agama dan atau pesantren.

Memilih sekolah umum agama dan atau pesantren bukanlah hal yang mudah bagi orang tua. Biasanya bagi golongan orang yang ‘punya’, akan menyekolahkan anaknya di sekolah yang fasilitasnya lengkap. Tapi ada juga beberapa yang beranggapan bahwa sekolah tidak terlalu berefek bagi anak, karena kecerdasan itu masalah individu masing-masing.

Sekolah umum yaitu sekolah-sekolah biasa seperti SD, SMP, SMA dan sejenisnya. Sekolah agama seperti MI, MTs, MA dan sejenisnya pada dasarnya sama saja dengan sekolah umum, tapi porsi pelajaran agamanya lebih banyak. Sedangkan pesantren memadukan kurikulum sekolah umum ditambah pelajaran agama yang lebih intens. Bisa juga memadukan kurikulum sekolah agama ditambah dengan pelajaran agama yang intens. Sehingga di Pondok Pesantren ada SMP/SMA, ada juga MTs/MA.

Kalau kita melihat pola kehidupan dewasa ini, dimana anak-anak sudah sangat manja dengan kemajuan teknologi, seperti gadget, HP, internet, maka ada kekhawatiran yang mendalam, jika mereka akan mudah terlena, terperdaya, bahkan terjerumus dalam arus globalisasi yang tak mampu dibendung. Arus informasi dan komunikasi sudah laksana air bah yang siap menghancurkan mereka. Sementara orangtua tak bisa berbuat apa-apa. Anak-anak sekarang sudah akrab dengan media sosial, seperti facebook, twitter, instagram, path, BBM, line, whatsapp, meetme, dan sebagainya. Orangtua jarang mengontrol isi HP anaknya, bahkan anaknya selalu memasang “security key” di HP-nya, sehingga orangtua tak bisa melihat-lihat isi HP anaknya.

Pendidikan dalam pesantren berjalan 24 jam, karena santri harus tinggal di asrama yang disediakan oleh pesantren. Biasanya setiap aktifitas santri dalam pesantren sudah tertata seefektif mungkin. Dan hal itu berlangsung terus-menerus. Berbeda dengan sekolah umum bahkan sekolah agama, yang memiliki waktu lebih diluar yangmana sulit untuk dikontrol. Hal ini dapat menjauhkan santri dari dampak negatif globalisasi yang sangat dinamis. Dengan hidup sendiri juga dapat melatih santri menjadi lebih mandiri.

Namun tidak menutup kemungkinan bahwa lulusan sekolah umum ataupun agama bisa lebih baik daripada lulusan pesantren. Karena nyatanya memang banyak lulusan-lulusan sekolah umum dan agama, yang tidak tercemar oleh dampak negatif dari globalisasi.

Semua tergantung pada pendidikan anak semenjak dini. Karena pendidikan dalam rumah memiliki peran lebih besar dalam membangun karakter anak.

Jadi untuk para orang tua hendaknya mendidik anaknya sejak dini dengan pendidikan yang baik. Dan tentunya harus memberi pendidikan agama sejak dini pula. Serta harus mengenal anak dengan baik dan mengetahui kelebihan juga kekurangan yang dimiliki anak agar tidak salah menentukan sekolah untuk mereka nanti.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s