Fungsi Cabai Dalam Dunia Pengobatan

Cabai selain dapat dijadikan sebagai bahan konsumsi, ternyata memiliki fungsi lain. Kebanyakan masyarakat modern mungkin belum menyadari bahwa fungsi cabai dalam dunia pengobatan memang benar adanya. Bahkan fungsi cabai dalam dunia pengobatan sudah lebih dahulu dipraktikkan oleh masyarakat pramodern. Fungsi cabai dalam dunia pengobatan ini akan disampaikan penulis dalam artikel ini.

Masyarakat di berbagai negara memiliki budaya untuk menjadikan makanan sebagai obat. Jargon yang dikemukakan bapak kedokteran—Hipocrates “ Jadikanlah makananmu sebagia obat dan jadikanlah obat sebagai makananmu” tampaknya mengacu pada kebiasaan masyarakat yang menjadikan makanan mereka senagai obat.

Kebiasaan tersebut tidaklah kuno, karena faktanya kebiasaan itu masih tetap dilaksanakan bahkan sampai saat ini oleh masyarakat-masyarakat modern. Bahkan semakin lama, orang mulai lagi melirik pengobatan-pengobatan herbal, yang alami dari alam. Mereka mulai berpikir bahwa pengobatan modern memiliki dampka negatif bagi diri mereka sendiri.

Salah satu tanaman herbal yang dapat dijadikan obat adalah cabai. Setelah diteliti, ternyata fungsi cabai dalam dunia pengobatan sangat banyak. Disini akan dipaparkan fungsi cabai dalam dunia pengobatan berdasarkan masyarakat pramodern dan modern.

Herbal Cabai Dalam Budaya Indian

Bangsa Indian termasuk bangsa yang memiliki kebudayaan yang maju. Mereka telah menemukan teknologi perbintangan dalam keterbatasan di masa itu. Maka tidak menutup kemungkinan bahwa mereka dapat menemukan terobosan dalam bidang pengobatan. Bangsa Indian juga dipercaya sebagai pelopor penggunaan herbal cabai.

Awalnya, mereka menggunakan cabai untuk mempertajam pengelihatan batin. Namun seiring berjalannya pengetahuan mereka, pada akhirnya mereka menggunakan cabai bukan untuk hal mistis melainkan untuk hal medis. Mereka mulai memahami bahwa dengan mengonsumsi cabai dapat memberikan dampak positif pada kesehatan mereka dan kebugaran tubuh.

Lambat laun mereka mulai membuat ramuan-ramuan tradisional dengan berbahan dasar cabai. Biasanya, mereka mengonsumsi air seduhan cabai giling atau bubuk cabai yang dibuat dari cabai merah yang telah dikeringkan. Selain buahnya, mereka juga menggunakan daun tanaman cabai. Masing-masing memiliki khasiat tersendiri. Daunnya dapat digunakan untuk mengatasi gangguan jantung dan meredakan inflamasi eksternal, sedangkan buahnya biasanya digunakan untuk mengempiskan bagian tubuh yang bengkak, menghilangkan benjolan, dan mempercepat penyembuhan luka terbuka. Dan ramuan cabai juga dapat digunakan sebagai obat luar, seperti sakit perut, dada, dan punggung. Campuran dari keduanya digunakan untuk mempercepat pengeringan luka akibat teriris.

Herbal Cabai Dalam Pengobatan China

Bangsa China memiliki tradisi pengobatan alami yang sangat beragam jenisnya. Mereka memliki berbagai macam teknik penyembuhan yang sangat spesifik.

Dalam TCM (Tradisional Chinese Medicine), cabai digunakan sebagai simplesia (bahan alami yang belum mengalami tahap pengolahan yang digunakan sebagai obat, ada juga yang mengatakan sudah dikeringkan) untuk meningkatkan sekresi keringat (diaforetik), memicu pengeluaran cairan empedu, dan melancarkan peredaran darah. Para ahli herbal China percaya bahwa simplesia cabai dapat sampai pada organ yang menjadi sasarannya, yakni jantung, usus kecil, usus halus, lambung, limfa, dan paru.

Herbal Cabai Dalam Pengobatan India

Metode pengobatan tradisional asli India disebut dengan Ayurveda. Metode ini sudah dimulai sejak 5000 tahun yang lalu dan sampai sekarang masih berlaku baik dalam atau luar negeri India.

Praktisi ayurveda mempercayai bahwa cabai memiliki pengaruh panas bila digunakan sebagai herbal. Karena sifat panas yang ditimbulkan, cabai digunakan untuk mengatasi penyakit yang berkenaan dengan suhu darah yang dingin. Penyakit tersebut meliputi penyakit yang berhubungan dengan saluran pencernaan, saluran napas, dan peredaran darah. Selain itu, cabai juga digunakan sebagai tonikum pada mereka yang mengalami kelelahan kronis (fatigue).

Herbal Cabai Ala Jepang

Cabai bukanlah sayuran atau rempah dapur dalam kuliner Jepang. Cabai, yang memiliki rasa pedas kurang digemari di negeri sakura ini. Walaupun ada beberapa kuliner Jepang yang bercita rasa pedas, namun pedas bukanlah ciri kuliner Jepang.

Meski begitu bangsa Jepang masih mengakui bahwa cabai memiliki khasiat baik bagi tubuh. Mereka mempercayai rasa pedas dari cabai dapat membangkitkan stamina tubuh yang loyo. Selain itu juga dapat menghindarkan tubuh dari masuk angin dan flu juga pilek.

Herbal Cabai Pada Bangsa Eropa

Bangsa Eropa memiliki metode pengobatan komplementer yang disebut Naturopati. Metode penyembuhan alami yang dikembangkan oleh John Scheel pada tahun 1895 ini berprinsip pada cara mengoptimalkan kemampuan tubuh untuk mempertahankan kesehatan. Dalam naturopati dipercaya bahwa tubuh dapat menyembuhkan dirinya sendiri.

Bagi para praktisi naturopatis, cabai digunakan untuk penghalau nyeri (pain killer) dan analgesik saja. Banyak fungsi lain yang tidak kalah penting, seperti melancarkan peredaran darah, menurunkan tekanan darah, menurunkan kadar gula, serta kolesterol darah. Akhir-akhir ini juga kerap dipakai untuk mengatasi obesitas.

Simplesia Cabai Dalam Dunia Pengobatan Modern

Penggunaan cabai dalam dunia pengobatan modern baru dimulai sekitar tahun 1800-an. Tepatnya pada tahun 1804, Dr. John Stevens memperkenalkan bubuk cabai merah kepada praktisi medis di Inggris. Herbalis tersebut memperkenalkan simplesia cabai sebagai penghangat tubuh sekaligus penumpas infeksi.

Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, praktisi herbal modern menggunakan zat aktif cabai untuk mengatasi rematik, depresi, dan sebagai stimulan alami dalam bentuk ramuan topikal. Juga menyediakan dalam bentuk oral untuk menyembuhkan sakit gigi, demam, gangguan pernapasan dan tumor.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s