Dampak Buruk Game Pokemon GO Terhadap Anak

Pokemon GO dan dampak buruk game Pokemon GO terhadap anak

Game adalah hal lumrah di kalangan anak-anak. Bahkan orang dewasa pun masih ada yang tergila-gila dengan bermain game. Juga ada yang menjadikan game sebagai mata pencaharian utamanya. Hal ini menandakan bahwa game sudah menjadi kebutuhan di seluruh kalangan masyarakat. Belakangan ini pun ada game yang sedang ramai dibicarakan di setiap media masa baik digital ataupun tulis. Setiap jenjang umur dari anak-anak sampai bapak-bapak ikut memainkan game yang satu ini. Pokemon GO, itulah nama game yang sedang booming di kalangan pecinta game.

Game ini berbasis AR (Augmented Reality) yang memaksa para pengguna untuk berjalan dan terus berjalan demi mendapatkan pokemon yang dicari. Game ini juga membutuhkan akses GPS (Global Positioning System) agar dapat menentukan arah mana yang sebaiknya dituju. Game ini juga mematahkan persepsi bahwa anak yang suka bermain game akan berdiam diri di dalam rumah enggan keluar rumah. Justru dengan bermain Pokemon GO, anak akan sering keluar rumah dan berjalan sejauh mungkin agar dapat menangkap Pokemon yang bagus. Disamping itu, apakah dampak buruk game Pokemon GO terhadap anak?

Komentar Menteri dengan Maraknya Pokemon GO

Sekarang para media sedang gencar membicarakan Pokemon GO yang memang sedang menjadi isu hangat di kalangan masyarakat. Begitupula para menteri dan juga presiden, mereka akan mengkaji dampak bururk game Pokemon GO terhadap anak. Dan akan memberikan keputusan lanjutannya mengenai hal ini. Menteri Yohana mengatakan bahwasanya pengaruh game itu besar terhadap anak maka ia dan segenap menteri yang terkait akan berkoordinasi untuk mengkajinya. Salah satu yang menjadi titik berat kajian ini, lanjut dia, terkait perkembangan teknologi yang banyak memberi pengaruh terhadap kehidupan anak.

Dampak Buruk Game Pokemon GO Terhadap Anak

Banyak kejadian yang ditimbulkan dari bermain Pokemon GO, mulai dari tersandung batu, tercebur ke kolam, hingga tertabrak kendaraan. Sangat banyak kejadian yang ditimbulkan oleh Pokemon GO, mereka hanya memperhatikan smartphone mereka tanpa memperhatikan sekeliling mereka. Bahkan ada pula yang mengalami penjambretan saking fokusnya kepada gadget mereka. Semua itu dampak dari kecerobohan mereka sendiri, sebenarnya mereka tidak akan mengalami hal tersebut bila berhati-hati. Ada juga yang sampai mengorbankan waktu belajarnya di kelas hanya demi mencari pokemon. Karyawan juga tidak kalah, bukannya bekerja tapi malah mencari pokemon di lingkungan kerja.

Sebenarnya semua game itu boleh saja dimainkan, dengan catatan harus dimainkan oleh orang yang bijak. Agar kewajiban lain tidak terganggu dan produktifitas tetap terjaga. Jadi, setiap game itu tergantung yang memainkannya. Bila yang memainkan dapat mengatur jadwal tanpa lupa waktu. Maka hukum bermain game sah-sah saja. Dan pada anak, para orang tua harus mengedukasi mereka agar tidak kecanduan oleh game yang mereka mainkan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s