Dampak Positif Dan Negatif Dari Full Day School

Belakangan ini kabar mengenai full day school sangat banyak diperbincangkan masyarakat. Setiap media berlomba-lomba menayangkan berita full day school ini. Mulai dari media cetak seperti koran dan majalah, sampai ke media digital seperti televisi dan media berbasis internet lainnya. Banyak orang memperbincangkan dampak positif dan negatif dari full day school. Dan tak sedikit yang menentang kebijakan ini, tapi ada juga yang mendukung.Semenjak terlaksananya reshuffle kabinet, yang salah satunya adalah Mendikbud Anies Baswedan. Kabar full day school ini mulai mencuat ke permukaan publik. Kebijakan ini memang sudah direncanakan oleh Mendikbud baru Muhadjir Effendy untuk segera diterapkan SD dan SMP diseluruh penjuru Indonesia.

dampak positif dan negatif full day school

Banyak masyarakat mempertanyakan dampak positif dan negatif dari full day school. Sebenarnya apa dampak positif dan negatif dari full day school?. Bagaimana dampak positif dan negatif dari full day school bagi anak?. Benarkah ada dampak positif dan negatif dari full day school?. Semua pertanyaan diatas langsung terlintar di benak para wali murid serta murid itu sendiri.

Umumnya, full day school mewajibkan para siswa untuk tetap melakukan kegiatan di sekolah mulai dari 07.00-16.00. Sepanjang waktu itu murid akan tetap belajar di sekolah. Tapi jika murid hanya dijejali pelajaran akademisi saja akan menimbulkan kejenuhan. Yang dapat berujung pada kurang optimalnya pembelajaran. Maka diharapkan agar pelajaran yang diajarkan bukan hanya pelajaran akademisi saja tapi ada juga permainan edukasi dan pelatihan keterampilan. Selain itu para guru juga harus bersikap professional, dalam artian dapat menghandle semua murid dalam jangka waktu lebih lama.

Kebijakan ini dicetuskan untuk memaksimalkan potensi akademisi siswa dan juga untuk mencetak karakter siswa. Karena memang ide full day school ini bukanlah hal baru dan bahkan sudah terbukti dapat mencetak karakter unggulan. Full day school sudah lama diterapkan di sekolah-sekolah swasta terpadu seperti sekolah agama dan juga sudah diterapkan sekolah-sekolah internasional. Bahkan pesantren menerapkan full day and night school, karena memang kegiatan pembelajaran dalam pesantren berlangsung 24 jam.

Intinya terletak pada diri anak sendiri. Kita sebagai orang tua harus mengenal anak, mengenal potensi mereka, dan mengetahui apa kelemahan mereka. Maka jangan memaksakan apa yang memang diluar batas kemampuan mereka. Tapi mulailah mengasah bakat dan potensi yang dimiliki anak.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s