Cara pembuatan pupuk dari kotoran ayam

Cara pembuatan pupuk dari kotoran ayamCara pembuatan pupuk dari kotoran ayam – Tidak dapat kita pungkiri bahwasannya setiap kotoran mempunya manfaat untuk menyuburkan tanah dan membantu pertumbuhan tanaman. Jika kita mampu memanfaatkannya maka akan sangat banyak limbah kotoran ini yang berubah menjadi suatu yang bermanfaat dan tidak menjadi polusi udara untuk masyarakat sekitar bagi yang sudah mempunyai peternakan ayam.

Untuk kali ini kita akan belajar bersama tentang bagaimana cara pembuatan pupuk dari kotoran ayam. Tentunya pembuatan pupuk dari kotoran ayam ini juga membutuhkan beberapa proses atau tahapan yang harus dilalui sehingga menjadi pupuk yang berkualitas untuk tanah dan tanaman.

Biasanya kadar air kotoran ayam terlalu tinggi bila langsung digunakan untuk pengomposan, maka sedikit dibiarkan atau dijemur akan mengurangi kadar airnya. Namun bila campuran bahan kompos lainnya dalam keadaan kering, maka kotoran ayam bisa langsung digunakan. Cara mengukur kadar air dari kotoran ayam sudah memenuhi untuk pengomposan adalah dengan mencampur dua timba kotoran ayam dan satu timba limbah pertanian, bila diperas tidak keluar air atau hanya setetes air yang keluar, maka kotoran ayam ini sudah bisa digunakan untuk pengomposan.

Bahan-bahan :

M-Bio (5 ml), gula merah (4 g), air (1 L), dedak (1,5 kg), pupuk kotoran ayam (5 kg).

Cara pembuatan pupuk dari kotoran ayam :

  1. M-Bio dilarutkan, ditambah gula merah dan air, diinkubasikan selama 12 jam.
  2. Pupuk kandang kotoran ayam dicampur dengan dedak secara merata membentuk suatu adonan (pupuk kandang kotoran ayam dan dedak).
  3. Larutan M-Bio disiramkan ke dalam adonan secara merata dan kandungan air awal pada adonan diusahakan mencapai 50 % dengan cara mengepak dengan jari campuran adonan, air tidak keluar dari adonan dan jika kepalan lepas, campuran adonan akan mengembang.
  4. Campuran adonan ditimbun di atas lantai yang kering dengan ketinggian 15 sampai 20 cm, kemudian ditutup dengan karung goni selama 12 sampai 15 hari.
  5. Setelah 12 sampai 15 hari kotoran ayam selesai difermentasi dan siap digunakan menjadi pupuk organik.

Semoga bermanfaat.

4 Cara Pembuatan Pupuk dari Kotoran Kelinci

Cara Pembuatan Pupuk dari Kotoran Kelinci – Kebanyakan orang berpandangan bahwa kotoran adalah suatu yang menjijikkan dan tidak ada manfaat nya. Padahal kotoran itu sendiri mempunyai manfaat apabila kita mampu mengolahnya dengan baik. Salah satu pemanfaatan kotoran dengan baik adalah dengan menjadikan kotoran tersebut sebagai pupuk. Sebenarnya semua kotoran bisa dijadikan pupuk. Akan tetapi, untuk kali ini kita akan membahas tentang bagaimana cara pembuatan pupuk dari kotoran kelinci.

cara pembuatan pupuk dari kotoran kelinci 1
ini adalah bentuk dari kotoran kelinci yang dikumpulkan

Untuk pembuatan pupuk dari kotoran kelinci juga membutuhkan tahapan proses yang harus dilewati agar pupuk yang dihasilkan menjadi pupuk yang bermanfaat 100% dan berkualitas.

Oke, kita akan memulai tahap atau proses pembuatan pupuk dari kotoran kelinci :

bahan :

  1. baskom atau ember yang cukup besar
  2. serbuk gergaji

cara pembuatannya :

  1. letakkan baskom atau wadah tadi dibawah kandang kelinci. Nantinya kotoran dan air kencing kelinci akan langsung bercampur dengan serbuk gergaji.
  2. Biasanya setelah 3-4 hari akan ada jamur yang tumbuh di serbuk gergaji, serbuk gergaji sudah jenuh dengan kotoran kelinci. Jamur yang tumbuh itu untuk makanan bakteri. Selanjutnya, serbuk gergaji yang berisi kotoran kelinci tersebut dipindahkan ke ember kemudian masukkan air panas ke dalamnya sampai seluruh serbuk gergaji terendam. Biarkan campuran tersebut selama dua hari.
  3. Setelah dua hari cairan campuran bahan disaring. Cairan hasil saringan kemudian difermentasi. Agar semua bagian mendapatkan udara (teraerasi) atau dipermukaan timbul bintik-bintik putih (jamur), cairan itu harus diaduk-aduk. Munculnya bintik-bintik putih menjadi pertanda bahwa senyawa organik dalam cairan tersebut belum terurai dengan sempurna. Ulang pengadukan sampai bintik putihnya hilang, biasanya mah perlu waktu kurang lebih 21 hari.
  4. Setelah bintik putih tidak muncul lagi berarti kondisi cairan tersebut telah stabil dan dapat dijadikan sebagai pupuk organik cair yang bisa bertahan lama karena mengandung bakteri yang mempunyai sistem pertahanan diri. Pengaplikasiannya mah bisa disemprotkan pada daun untuk mempercepat proses asimilasi atau disemprotkan pada tanah. Dosis penggunaannya cukup empat mililiter pupuk dicampur dengan satu liter air.

 

cara penggunaannya :

disemprotkan pada daun untuk mempercepat proses asimilasi atau disemprotkan pada tanah. Dosis penggunaannya cukup empat mililiter pupuk dicampur dengan satu liter air.